April 05, 2012

Puisi Cinta Matematika II

Matematika dan cinta adalah dua keindahan yang tidak bisa dipisahkan di dunia ini. Termasuk puisi karya seorang guru sekaligus seniman asal kota Medan, Ahmad Isnaini, dalam blognya.

Berikut ini adalah puisi cinta matematika karya Ahmad Isnaini. Selamat membaca, dan temukan keindahannya :)

Puisi Matematika
Oleh: Ahmad Isnaini

Seiring detik yang berlalu mengikuti aturan barisan aritmatika
Rasa sukaku, kagumku berkomposisi menjadi rasa cinta untukmu
Cintaku itu seperti limit tak hingga yang tak terbatas jumlahnya
Cintaku itu tak bisa dilukiskan dalam bidang maupun ruang

Jika aku hidup maka bayangmu adalah modus dalam hariku
Dengan kurva terbuka ke atas berarti aku selalu menerimamu apa adanya
Dan dengan kurva terbuka ke bawah aku akan selalu melindungimu
Aku tahu peluangku mendapatkanmu adalah definit negatif
Artinya dengan cara apapun hasilnya tak akan mencapai positif
Kau seperti berada di puncak fungsi kuadrat dari nol sehingga aku sulit menjangkaumu

Aku tak peduli apakah hatimu telah terbagi menjadi kuartil, desil ataupun persentil
Entah berisi apa dan siapa
Walaupun tak masuk logika semua usahaku
Kuambil saja mediannya, yaitu aku harus mendapatkanmu
Selagi aku tetap berjarak sama denganmu dari arah manapun
Selagi kita masih dalam semesta pembicaraan yang sama
Rasa itu akan tetap tumbuh dan semakin berpangkat

Aku tahu kau tidak memberi invers atas usahaku yang lebih kecil dari harapanku
Tapi aku tahu untuk mendapatkan hasil maksimum, aku harus yakin mengeluhku adalah nol.
Kunegasikan kenyataan bahwa aku sulit mendapatkanmu, tapi...

Semua akan kujalani dengan membentuk persamaan baru untuk mendekatimu
Kau harus tahu betapa luasnya daerah cintaku yang ada di bawah kurva cintaku padamu.

Aku ingin kau rata – ratakan dengan bulat semua pengorbananku mengejarmu
Aku ingin kau segera menarik kesimpulan dengan cara apapun
Aku hanya akan berhenti apabila kita sudah saling lepas atau saling bebas.
Aku terus berharap andai kau pun punya rasa padaku
Kubuat persamaan hubungan antara kau dan aku.

Puisi tersebut diposkan pertamakali di Blog Ahmad Isnaini S.Pd.