September 14, 2011

The Lost Symbol

Matematika dan Misteri Lainnya
*oleh: Dan Burstein & Arne De Keijer
dikutip dari SECRETS OF THE LOST SYMBOL


Ada cara khusus menyusun angka yang dikenal dengan Magic Square (persegi ajaib) - sebuah perhitungan matematika yang menakjubkan umat manusia selama ribuan tahun. Sebuah bujur sangkar berisi rangkaian angka yang jika dijumlahkan secara baris atau kolom menghailkan hasil jumlahan yang sama. Karena alfabet kuno menyamakan huruf dengan angka, maka ada persegi ajaib untuk abjab. Perhitungan persegi ajaib secara tradisional dipakai sebagai simbol perlindungan para dewa seperti Jupiter atau Venus, dan bisa diukir menjadi kalung atau jimat.


Dan Brown kerap menggunakan Perhitungan Caesar untuk menulis sandi di buku-bukunya yang lain, jadi cukup logis buat kami berasumsi bahwa ia akan tertarik pada perhitungan persegi ajaib. Secara khusus, kami menghadirkan perhitungan persegi ajaib Albrecht Dürer (perhitungan Jupiter yang dimodifikasi) dari Melancolia I dan pemecahan persegi ajaib Benjamin Franklin.


Dürer menemukan Melancolia I pada 1514 dan memberi pesan tersembunyi dalam ukiran tersebut, yang tetap menjadi misteri bagi ilmuwan selama lima ratus tahun. Kelak Freemason tertarik juga pada hal ini karena menyinggung rahasia kuno dalam tabir simbol. Kalangan Freemason merujuk pada bentukan batu dan "perangkat khususnya" seperti kompas dan jam pasir (simbol bahwa manusia selalu dikejar waktu menuju kematian). Salah satu keunikan dari proses kreatif Dan Brown saat menulis adalah memajang jam pasir diatas meja, sebagai pengingat kapan harus berhenti bekerja.

Objek-objek geometris dalam gambaran ini mengacu ke prinsip-prinsip Yunani purba, yang kemudian dibawa oleh kalangan neo-Platonis - sekali lagi dengan alasan ketertarikan Freemason terhadap benda-benda tersebut, plus kiasan berbau Injil seperti Jacob's Ladder (banyak ditemukan berbagai konteks tentang Masonik). Meski kalangan ilmuwan mendeteksi adanya pengaruh okultisme pada para penulis seperti Cornelius Agripa, makna sejati gambaran geometris ini masih tetap menjadi misteri. Kesan subjektifnya melankolis, dibawah pengaruh gerakan Saturnus, namun pengaruh Saturnus dapat diatasi oleh simbol Jupiter dalam wujud perhitungan persegi ajaib berukuran 4x4 yang digunakan Dürer secara modifikatif.

Dalam novel The Lost Symbol, Dan Brown menggunakan perhitungan persegi ajaib berdimensi 8x8 karya Ben Franklin sebagai media pemecah sandi rangkaian simbol di dasar piramida Freemason. Franklin suka menciptakan perhitungan semacam itu sebagai pengisi waktu luang, sambil menyimak pidato membosankan dalam rapat umum Pensylvania General Assembly. Franklin tidak menganggap serius properti magis do dalamnya. Istilah modernnya, "bagai seorang penggemar perhitungan matematika untuk iseng".

Meski The Lost Symbol menyanjung perhitungan persegi ajaib berdimensi 8x8 karya Franklin, tokoh itu sebenarnya menciptakan persegi ajaib yang lebih kompleks, berdimensi 64x64, kemudian menciptakan persegi ajaib berbentuk lingkaran.


Fokus Kearah Kabalah

Berdasarkan banyak korespondensi antara alfabet dengan simbol-simbol kuno, baik itu secara astrologi kartu Tarot, atau dalam bahasa Ibrani. Sebelum kita mengenal alfabet Romawi, banyak bentukan alfabet yang tak hanya menyamakan antara huruf dengan angka, tapi juga dengan makna lain seperti dewa-dewa, sosok-sosok astrologi, zat alkemi, bahkan bahkan pepohonan. Secara gematria (sistem Kabalah bermakna perhitungan ekuivalensi antara angka dengan huruf, kata atau frase, di mana dalam basis tersebut seseorang mendapat wawasan/pemahaman tentang interrelasi berbagai konsep sekaligus penjelajahan antara kata dengan gagasan), persamaan numeral untuk berbagai kata dan frase dapat ditambahkan lalu dibandingkan untuk menemukan berbagai "kebetulan" mengejutkan.

Fokus ke Mitologi tentang George Washington
Orang Amerika cenderung mengulutuskan sosoknya ke tingkat dewa setelah kematian beliau. Dipicu oleh paragraf mengerikan dalam buku Life of Washington karya Mason Locke Weems, gambaran sosok George Washington naik ke surga benar-benar muncul bertahun-tahun kemudian dalam wujud lukisan langit-langit di kubah gedung Capitol Rotunda (gedung berkubah kongres Amerika), berjudul Apotheosis of Washington.