Desember 23, 2011

Membuat Kesalahan Fatal, Yuk!


Matematika adalah "cara untuk menyelesaikan masalah". Baik itu masalah kuantitatif maupun kualitatif. Dan masalah yang dihadapi adalah masalah dalam dunia NYATA, Pada kenyataannya banyak sekali orang yang masih salah dalam mempersepsi matematika.

Matematika bukanlah sesuatu yang menakutkan karena tidak akan mengancam nyawa Anda. Matematika bukan ilmu tentang menghitung, karena tidak semua hal dapat dihitung. Matematika juga bukan ilmu pasti, karena matematika juga berhubungan dengan peluang (probabilitas) yang mungkin terjadi. Tapi saya sepakat bahwa matematika adalah basic science (dasarnya ilmu pengetahuan). Sederhananya, di dunia ini di bidang apa matematika tidak digunakan?


Dalam bermatematika selalu dimulai dari sebuah masalah. Kemudian masalah tersebut diidentifikasi tujuannya, variabel-variabelnya, asumsi yang mungkin akan digunakan, dan syarat-syarat yang harus dipenuhi agar masalah tersebut dapat diselesaikan. Setelah identifikasi masalah, barulah kemudian dilakukan analisis terhadap masalah, menguji setiap kemungkinan yang mungkin akan terjadi. Barulah kemudian ditarik kesimpulan, dan melakukan manipulasi teknik sehingga jika dihadapkan dengan masalah yang sama, kita dapat menyelesaikannya dengan lebih cepat dan lebih baik.

Namun, kebanyakan murid terbalik dalam bermatematika. Khususnya mereka yang menganggap dirinya LEBIH PINTAR karena mengetahui rumus cepat dan berbagai teknik manipulasi lainnya.

Jadi, yang seharusnya
Masalah (soal) → Identifikasi (tujuan, konstanta dan variable, syarat-syarat, dan asumsi) → Analisa (menggunakan konsep matematika) → Kesimpulan → Inovasi teknik
menjadi terbalik, yaitu :


INOVASI DULU (karena mereka merasa pintar dan bisa mempunyai rumus cepat yang lebih cemerlang) tapi selalu gagal, akhirnya, mereka mencari TEKNIK supaya CEPAT BISA Tanpa peduli dengan TEORI DASAR yang justru sangat penting untuk membentuk PEMIKIRAN MEREKA. Mereka mencoba teknik dan gagal, karena mereka tidak mengerti TEORINYA dulu, akhirnya juga sia-sia karena mereka TIDAK TAU konsep utuhnya seperti apa, mereka hanya asal ambil rumus-rumus cepat (dan rumus-rumus lambat) yang menurut mereka canggih dan bisa menyelesaikan semua masalah!


Banyak JAGOAN MATEMATIKA (palsu) bergentayangan di muka bumi, menyebarkan ajaran "agama rumus cepat", tapi tidak mampu memahami asumsi-asumsinya, tidak mampu menjelaskan konsep utuhnya secara keseluruhan, apalagi menyelesaikan masalah nyata di kehidupan sehari-hari. Para murid akhirnya mencoba untuk memahami rumus-rumus cepat tanpa mengetahui TEORI DASARNYA, dan dengan mudah melupakan konsep-konsep matematika yang telah dipelajari di sekolah.


Pada akhirnya mereka barulah mempelajari TEORI DASARNYA dan mereka TIDAK DAPAT MENERIMANYA, karena mereka menganggap diri mereka lebih PINTAR dan LEBIH BISA BER-TEORI.

Hasilnya? Mereka berkesimpulan, "matematika bukan bidang saya", atau "saya tidak berbakat matematika", atau "saya memang cerdas, tapi tidak di matematika", dan kesimpulan pembenaran lainnya. Menyalahkan TAKDIR mereka sendiri.


Padahal, di bidang apa matematika tidak di gunakan di dunia ini? Setiap jengkal alam semesta mematuhi hukum-hukum kuantitatif yang tersaji dalam persamaan-persamaan matematika. Jadi, bisa dikatakan mustahil ada bidang yang tidak membutuhkan matematika di dunia ini.

Untuk merasakan hasil yang maksimal dalam belajar matematika, semua membutuhkan usaha dan waktu (sedikit) lebih banyak. Saya akan membagi-bagikan tips-tips lainnya di post berikutnya.