Desember 03, 2011

Mindset Tentang Belajar Matematika



Selamat pagi, siang, sore dan malam para pembaca Obrolan Matematika yang cakep (maupun yang tidak cakep). Langsung aja saya ingin menjawab pertanyaan yang sering diajukan oleh beberapa teman dan murid-murid STUDENTPLUS.


"Langkah-langkah apa sih yang perlu diambil untuk menjadi JAGOAN MATEMATIKA? "


Tentu saja setiap orang memiliki kemampuan yang berbeda-beda dalam mempelajari suatu hal, sehingga saya tidak bisa meberikan langkah demi langkah yang sesuai dengan Anda dan bisa membuat Anda seketika menjadi Jagoan Matematika. Dan sialnya, tidak ada di dunia ini tongkat sihir yang bisa mengubah diri Anda menjadi Jagoan Matematika seketika. Jika Anda ingin mahir di bidang matematika (dan bidang apapun lainnya), Anda membutuhkan usaha dan waktu (sedikit) lebih banyak untuk membaca dan melatih pikiran Anda.


Di sini saya akan menjelaskan mindset tentang belajar matematika.

MINDSET Tentang Belajar Matematika


Pertama, 
"Matematika adalah monster"
"Matematika itu gak penting dan ruwet".


Kebanyakan hal yang Anda ketahui tentang matematika adalah SALAH. Maka, buka pikiran Anda atas HAL yang SEBENARNYA TERJADI dibalik PROSES belajar matematika.(semua ada di e-book yang sebentar lagi akan saya publish. Jadi, nantikan posting saya berikutnya yah).


Kedua, 
Di Indonesia, matematika dikenalkan kepada anak-anak lewat guru matematika di sekolah dan buku-buku pelajaran matematika. Pada awalnya kita diajarkan perhitungan, atau aritmatika. Dimana kita belajar aturan-aturan menjumlahkan, mengurangi, mengalikan, dan membagi beberapa bilangan. Seiring berjalannya waktu, kita diajarkan konsep yang (sedikit) lebih rumit seperti pecahan (dan desimal), kemudian aljabar, statistika, analisis, geometri... dan ketika SMA, matematika tiba-tiba berubah menjadi pelajaran tentang simbol-simbol aneh dengan operasi hitung yang lebih rumit.

Buku Resep Masakan
Buku pelajaran matematika di sekolah (khususnya untuk untuk tingkat SMA) berisi kumpulan konsep-konsep matematika yang (sepertinya) tidak ada kaitannya antara bab yang satu dengan bab yang lainnya. Misalnya, buku matematika kelas XII SMA program IPS, Bab I tentang Integral, Bab II tentang Sistem Persamaan Linear, Bab III tentang Matriks, dan Bab IV tentang Barisan dan Deret. Bisakah Anda jelaskan bagaimana dari membahas Integral, lalu loncat ke topik Sistem Persamaan Linear, lalu membahas Matriks, kemudian ke topik Barisan dan Deret?


Buku Primbon Wong Kam Fu




Padahal, masing-masing memiliki rumus sendiri-sendiri yang saling berlainan dan melibatkan operasi hitung yang berbeda-beda. Seperti buku resep masakan: Bab I membicarakan resep Soto Ayam, Bab II bicara pembuatan Pecel, Bab III tentang cara bikin Bakso, dan lain sebagainya. Atau, seperti kitab primbon: Bab ini membicarakan jodoh, Bab lainnya membicarakan masa bercocok tanam, dan bab lainnya lagi berbicara masalah kesehatan. Tidak ada kejelasan tentang cara berpikir yang hendak dibangun dari kurikulum yang demikian (saya akan post tentang ini di lain kesempatan, stay tune). 


Ketiga, 
Belajar matematika bukan tentang hafalan rumus dan menghitung. Belajar matematika adalah melatih cara bernalar untuk menyelesaikan masalah di dalam KEHIDUPAN NYATA! Bahkan, bisa dikatakan, matematika tidak membutuhkan hafalan rumus. Yang diperlukan adalah keterampilan membaca (memahami masalah) dan berimajinasi (tentang solusi).


Matematika hadir untuk memberikan kemudahan manusia menyelesaikan masalah-masalah dalam kehidupannya (yang berkaitan dengan faktor-faktor kuantitatif dan kualitatif).


Keempat, 
Tentukan dengan JELAS, ingin menjadi JAGOAN MATEMATIKA seperti apa yang Anda inginkan? Matematika modern kini memiliki ribuan cabang. Mulai dari aljabar, analisis, statistika, matematika terapan... semua bergerak menuju yang abstrak dan ruang lingkup penelitiannya makin khusus, makin sempit. Jadi, seandainya para ahli matematika dikumpulkan dalam satu ruangan, mereka akan kesulitan membiacarakan topik-topik matematika yang mereka kuasai.


Kelima,
Bagaikan desainer mobil yang harus mengetahui semua hal tentang mobil, matematika adalah kesuatuan konsep dari kepingan puzle konsep-konsep aljabar, analisis, statistika, dan lain sebagainya. Sebuah mobil terdiri dari desain (detail gambar produk), sistem mekanika, sistem hidrolik, sistem elektronik, bahan mobil (besi, baja, karet, tembaga, dll), sistem pengapian, sistem pelumasan, dan banyak sistem-sistem lainnya. Mereka yang jago di bidang sistem elektronik biasanya kesulitan memahami proses desain aerodinamis, begitujuga mereka yang jago di sistem pelumasan mesin, akan kesulitan memahami sistem hidrolik.


Dalam matematika, kita mengenal konsep aritmatika, logika dan algoritma, limit, integral, diferensial, statistika deskriptif dan inersia, teori grup, teori himpunan dan berbagai macam konsep matematika lainnya. Namun mereka semua hanyalah kepingan puzzle dari gambar besar matematika yang utuh. Mereka adalah alat yang digunakan untuk menyelesaikan masalah. Belajar matematika sejatinya adalah belajar menguasai alat-alat tersebut untuk menyelesaikan masalah dalam hidup kita.


Keenam,
NAH ini YANG SELALU DIMINTA, yaitu TEKNIK/ACTION APA YANG HARUS DILAKUKAN untuk menjadi JAGOAN MATEMATIKA? Hanya ada satu jawaban atas pertanyaan itu. 
Satu jawaban ini akan memuaskan semua pihak: "Itulah yang harus Anda cari sendiri!"


Yah, banyak "pakar pendidikan" di luar sana menyediakan beragam teknik untuk belajar matematika, mulai dari Pemetaan Pikiran (mind mapping), aktivasi otak kanan, rumus cepat, dan berbagai hal lainnya diluar matematika yang "sepertinya" menambah keruwetan mempelajari hal yang sebenarnya sederhana. Saya tidak tahu seberapa efektif teknik-teknik tersebut dapat digunakan, karena setiap orang memiliki cara berpikir, cara belajar, dan cara memahami sesuatu dengan berbeda-beda. Dan saya percaya, "There's no such thing as “One Size Fits All”. 


Ketujuh,
Setelah Anda memahami KONSEP dan TEORI-nya dengan banyak belajar dan berlatih, maka jadikan semua ini menjadi bagian diri kalian dengan ber-INOVASI agar Kalian dapat membuat TEKNIK SENDIRI  yang menurut Anda lebih mudah berdasarkan semua pengetahuan yang sudah Anda miliki. Secara otomatis Anda akan menjadi JAGOAN MATEMATIKA yang sejati!